Selasa, 12 Juni 2012

"Selamat Datang di Lembah Baliem"
Baliem Valley adalah rumah bagi suku-suku pedalaman, yang dikenal sebagai petani dan prajurit. Lembah Baliem dikelilingi oleh pegunungan dari ketinggian 2500 sampai 3000 meter, sehingga lahan pertanian subur. Keberadaan Lembah Baliem yang baru ditemukan pada tahun 1938. Ada tiga suku yang mendiami Lembah Baliem, di tengah suku, Dani Lani di barat dan suku Yali di tenggara. Masing-masing suku memiliki adat istiadat yang unik dan tradisi.
Satu hal yang pasti, dan menarik untuk membedakan suku di Lembah Baliem adalah dari Koteka, atau labu penis, sported oleh anggota laki-laki. Orang-orang dari setiap suku cenderung ke tumbuh dari labu dengan tiga suku masing-masing budidaya gaya yang berbeda. Penggunaan Dani panjang, Koteka tipis, olahraga Lani media berukuran, lebar meriam seperti labu, dan Yali memakai terpanjang dari semua.
Memasuki Baliem Valley adalah seperti memasuki dunia yang berbeda. Anda akan menemukan pengalaman menarik tentang keunikan, tradisi dan cara hidup tradisional suku di Lembah Baliem.
Untuk mencapai tempat ini, Anda harus terbang dari Jakarta atau Bali ke Jayapura, ibukota provinsi Irian Jaya / Papua. Kemudian diikuti penerbangan dari Jayapura ke Wamena.
Sebelum menemukan, suku-suku pedalaman di Baliem Valley adalah populasi yang terisolasi gunung dan rawa. Mereka bercocok tanam, beternak babi dan menggunakan senjata batu tajam. Mereka tidak membuat tembikar, yang merupakan tanda Modernitas.
Memasuki wilayah Dani melibatkan perjalanan ke suatu realitas yang lebih dalam. Yang tak terelakkan babi-pesta pada saat kedatangan adalah ritus Anda dari bagian ke dalam budaya mereka yang unik untuk sebuah mengasyikkan empat atau lima jam pengalaman yang intens. Anda akan menemukan diri Anda dalam suatu senyawa sederhana, tradisional dikelilingi sepenuhnya gemuk dan dicat Dani suku-orang memakai terbaik seremonial mereka.
Seperti Dani, Lani adalah seorang ahli dalam petani irigasi yang efektif dan efisien untuk menghasilkan Ubi Jalar, Tembakau, Kacang, Taro, Bayam, Tebu dan Pisang. Sebagian besar tanah Lani terletak pada sebuah oase yang indah diselingi dengan kotak-kotak bermotif kebun ubi jalar. Lani lebih stockily dibangun dari media bertubuh Dani dan tanah mereka yang lebih padat penduduknya. Mereka cenderung berkumpul di desa-desa largish daripada senyawa kecil yang mendominasi wilayah Dani.
Lembah Baliem didominasi cuaca cerah dan berjalan di sepanjang sungai sambil menikmati lahan pertanian dan hutan adalah surga bagi trekker. Perjalanan umumnya terawat dengan baik dan bersih karena penduduk setempat menggunakannya sehingga perjalanan lebih nyaman.
Yali suku yang hidup di tempat yang lebih tinggi di sepanjang tepi sungai di mountian Jaya Wijaya. Tanah kasar sini dan tidak padat penduduknya. Yali suku tinggal di pondok kayu dengan atap dari pohon sekop. Mereka tinggal di komunitas kecil. Pertanian lahan dan hutan sekitar pemukiman.
Trekking di daerah Yali lebih berat, tapi cocok untuk trekker berpengalaman yang ingin menikmati hutan tropis perawan dan orang-orang yang tinggal di sana.
Kesimpulan, Baliem Valley akan memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Welcome to Baliem Valley

  • Uploaded by: baliemcenter kab
  • Views:
  • Category:
  • Share

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Terimakasih atas kunjungan anda. Silahkan tinggalkan pesan, kritik, saran dan komentar dari anda yang sangat kami harapkan.

     

    Follow by Email

    Our Team Members

    Copyright © Baliem Information Center In Papua | Designed by Templateism.com | WPResearcher.com